Teka-teki Kenapa astronot yang tinggal di luar angkasa banyak sekali kehilangan sel darah merah. Akhirnya terungkap laporan dari BBC mengungkapkan misteri vampir luar angkasa yang memusnahkan 50% sel darah merah astronot selama bertugas di internasional space station atau ISS.

Faktor-astronot-kehilangan-darah

Berdasarkan penelitian ini 3 juta sel darah merah astronot dapat hancur selama berada di luar angkasa. Penelitian tersebut juga termasuk sebuah studi kecil yang dilakukan oleh Universitas otawa terhadap 14 astronot. Termasuk tim dari Inggris pada masa tinggal 6 bulan di stasiun luar angkasa internasional, mereka menggunakan sampel darah dan nafas yang diambil selama misi.

Baca juga syarat ekspor pertanian

Para peneliti dapat mengukur kehilangan sel darah merah sel-sel ini membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Studi kami menunjukkan bahwa setelah tiba di luar angkasa lebih banyak sel darah merah yang dihancurkan dan ini berlanjut selama misi astronot kata dokter gay tradel peneliti utama dan dokter Rumah Sakit seperti dikutip oleh BBC.

Saat berada di luar angkasa mereka tidak memiliki bobot hal ini tidak menjadi masalah tetapi saat kembali ke bumi Astronaut mengalami kekurangan masa tulang dan kekuatan otot yang membuat para astronot sangat lelah. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa 3 juta sel darah merah hancur perdetik di luar angkasa dibandingkan dengan 2 juta di daerah Firma.

Untungnya tubuh manusia secara alamiah bisa mengimbanginya jika tidak Astronaut akan mengalami sangat sakit di luar angkasa. Meski begitu para peneliti tidak yakin Berapa lama tubuh dapat terus-menerus memperbaiki dirinya sendiri terutama jika berada di luar angkasa untuk misi yang panjang.

Bahkan ketika astronot dalam penelitian ini kembali hidup dengan gravitasi tidak ada perbaikan secara cepat dan setahun kemudian mereka masih ditemukan kehilangan sel darah merah pada tingkat yang lebih tinggi. Untungnya sejumlah fungsi vital mereka tetap dapat berjalan secara normal. Jika kita dapat mengetahui secara pasti Apa yang menyebabkan anemia ini maka ada potensi untuk mengobati atau mencegahnya baik untuk astronot maupun untuk pasien di bumi.

Selain itu temuan lain yang didapat dari studi mero yang diterbitkan di Nature medicine. Menemukan bahwa orang yang akan mengambil bagian dalam misi luar angkasa ke planet yang jauh perlu menyesuaikan pola makan mereka untuk menghasilkan lebih banyak zat besi serta makan lebih banyak kalori untuk energi. Selain berdampak pada merosotnya sel darah merah tinggal di luar angkasa juga mengakibatkan dampak terhadap massa otot dan kepadatan tulang.

Doktor Cristiano Rod dan tim penulis dalam buku knowledge ensiklopedia human body, menjelaskan bahwa kondisi di luar angkasa membuat tubuh manusia dihadapkan pada tantangan yang sangat berbeda dengan kehidupan di bumi. Astronot tidak bekerja keras para astronot berolahraga untuk menjaga otot dan tulang mereka tetap kuat. Tanpa fitness khusus astronot akan kehilangan hingga 40% massa otot mereka dalam beberapa bulan.

Ini setara dengan bobot manusia berusia 30 tahun yang memburuk hingga menyerupai otot manusia yang berusia 80 tahun. Bahkan otot dan tulang astronot yang kembali ke bumi melemah dan mungkin kesulitan untuk berjalan. Ilmuan bilang untuk setiap bulan dalam gaya mikro gravitasi di luar angkasa ini membuat astronot kehilangan hingga satu persen dari kepadatan tulang mereka.

Hal ini berarti jaringan bagian dalam dari tulang spons menjadi lebih rapuh dan cenderung patah. Ketika tulang astronot tidak harus bekerja melawan gravitasi bumi saat bergerak mereka menjadi lebih lemah dan kurang padat. Kondisi ini dikenal sebagai Space osteopenia, ketika di luar angkasa astronot tumbuh lebih tinggi tulang belakang manusia mengembang dan melar tanpa tekanan gravitasi yang terus-menerus.

Akibatnya astronot tumbuh lebih tinggi di luar angkasa sekitar 3% tapi kelebihan tinggi ini akan hilang dalam beberapa bulan telah kembali ke bumi. Di bumi tubuh bergantung pada gravitasi untuk membantu darah dan cairan lain bersirkulasi melalui organ dan jaringan.

Dalam gaya mikro gravitasi luar angkasa darah didorong ke atas ke tubuh bagian atas di mana ia mengapung tanpa ditarik kembali. Tubuh bagian atas membengkak wajah menjadi bengkak dan kaki mengecil darah juga dapat menekan saraf optik mata serta mengaburkan penglihatan.

Apa gunanya pakaian astronot?

Tanpa pakan luar angkasa manusia di luar angkasa akan cepat mati, terlepas dari kekurangan oksigen untuk bernafas serta suhu yang tinggi dan rendah yang tidak dapat diatasi oleh tubuh. Astronot stasiun luar angkasa internasional atau ISS ketika di luar angkasa mengalami 16 kali matahari terbit sekitar 24 jam yang dapat mengganggu tidur mereka dan membuat mereka sangat lemah.

Di luar angkasa pakan antariksa melindungi dari sinar ultraviolet matahari dan memberikan perlindungan terhadap Sinar kosmic berenergi tinggi yang datang dari luar tata surya kita. Di bumi ada matahari yang terbit setiap 24 jam tetapi bagi Astronot di ISS matahari terbit di atas bumi setiap 90 menit.

Astronot mengikat kantong tidur mereka agar tidak mengambang mereka juga menggunakan penutup mata dan penutup telinga untuk menghalangi cahaya dan kebisingan Stasiun.

Para ahli terus melakukan penelitian perubahan metabolisme para astronot ini. Selain untuk mengatasi problem kesehatan para astronot hasil penelitiannya banyak berkontribusi untuk pengobatan pasien lain khususnya pada penyakit kritis yang ada di bumi.

Arsip Infografis

By Drajad