Fri. Dec 4th, 2020

Menaikkan suku bunga KPR (floating rate) setelah masa bunga promosi berakhir terkadang membuat pusing nasabah. Kondisi ini tentunya akan berdampak pada pengaturan keuangan rumah tangga.

Bagi nasabah bank pemohon KPR yang sudah memiliki kontrak KPR dengan bank, ada baiknya memahami risiko pengajuan KPR, seperti risiko kenaikan suku bunga KPR sejak awal. Di bawah ini adalah tip untuk menghadapi kenaikan suku bunga KPR.

Harus lebih siap

Nasabah yang mengajukan KPR biasanya baru akan melihat kenaikan suku bunga KPR setelah masa bunga tetap habis. Padahal kondisi ini memang wajar. Misalnya, nasabah Y mengajukan KPR dari bank X. Bank X kemudian menawarkan bunga tetap 7 persen untuk jangka waktu 2 tahun.

Menawarkan suku bunga yang lebih rendah dari sebelumnya merupakan bagian dari strategi pemasaran bank. Setelah dua tahun, bank X akan menetapkan tingkat bunga baru di mana tingkat bunga baru tersebut lebih tinggi dari pangsa pasar yang berlaku.

Misalnya, suku bunga yang saat ini beredar di pasar adalah 11 persen, dan Bank X menetapkan bunga 12-13 persen sebagai suku bunga baru untuk nasabah Y. Ini sebaiknya dimanfaatkan oleh nasabah / pemohon KPR saat mengajukan KPR, sehingga saat pelunasan dan suku bunga KPR dinaikkan, nasabah siap untuk kenaikan suku bunga dan suku bunga.

Carilah bank dengan suku bunga mengambang rendah

Cari bank dengan suku bunga mengambang terendah. Anda dapat segera memeriksanya dengan bank yang bersangkutan atau dengan teman yang telah mengajukan hipotek di salah satu bank ini.

Negosiasi dengan bank

Bahkan, nasabah bisa bernegosiasi dengan bank lending agar bank tersebut menurunkan suku bunga KPR. Namun, ini mengasumsikan bahwa Anda tidak pernah terlambat membayar pembayaran hipotek Anda.

Ajukan Over Kredit Ke Bank Lain

Jika ternyata negosiasi juga tidak berhasil, nasabah berhak mengalihkan pinjaman ke bank lain, dengan tarif KPR yang lebih rendah.

Namun, pelanggan tetap harus membayar biaya tambahan untuk biaya administrasi baru dan biaya notaris. Kini setelah penataan dengan bank selesai, sudah saatnya nasabah mengelola keuangannya dengan bijak agar tidak mengganggu biaya rutin kebutuhan dan kewajibannya yang lain.

Apakah Anda butuh jasa kontraktor rumah? Jika iya, bisa kunjungi tautan tersebut, hasilnya sangat profesional & puas dengan layanannya.