Sinopsis  Serial Upin & Ipin : “Aku Sebuah Jam”

3 Film Kartun Anak Seru untuk Mengisi Waktu Luang yang Bisa Disaksikan di  Vidio - ShowBiz Liputan6.com

Upin dan Ipin adalah serial kartun yang berasal dari Negeri Jiran Malaysia yang sangat populer di Indonesia. Sejak tayang perdana pada tahun 2007 yang lalu, popularitas serial animasi ini terus meningkat hingga saat ini.

Sudah banyak episode yang ditampilkan oleh serial Upin dan ipin ini, salah satunya adalah serial Upin Ipin terbaru yang berjudul “Aku Sebuah Jam Tangan”. Nah, dalam tulisan kali ini akan coba memberikan sinopsisnya sebagai berikut!

Bagian 1

Pada suatu malam Upin coba membacakan buku yang berjudul “Aku Sebuah Jam” kepada adiknya Ipin. Meskipun ditegur oleh Kak Ros agar segera tidur karena sudah malam tetapi dia tetap membacanya diam-diam.

Seketika Upin, Ipin, Ehsan, Mail, Mei Mei, Jarjit dan Susanti menjelma menjadi jam dengan berbagai bentuk yang berbeda-beda. Mereka bermain-main dengan pengawasan Tok Dalang Si Jam Datuk dan kak Ros si Jam burung di toko jam yang dijaga oleh Ah Tong.

Mereka asyik bermain-main hingga Mei Mei menabrak Fizi sampai jatuh dan rusak. Tentunya hal ini membuat semua jam bersedih, lalu munculah Ah Tong yang kembali ke toko untuk memperbaiki Fizi. Pada waktu yang sama, datanglah seorang anak yang kelihatan nakal mengancam jam-jam dengan palu mainannya.

Bagian 2

Kemudian Ah Tong mencegah anak tersebut ketika akan memecahkan jam, dan akhirnya anak tersebut membeli Ehsan.

Pada malam hari setelah toko tutup, semua jam bercanda ria sembari bertukar cerita suka duka. Fizi yang sudah aktif kembali mendapat informasi tentang Ehsan yang dibeli. Sementara itu, Upin Ipin bermain-main hingga membuat Kak Ros pusing.

Sedangkan Susanti Si jam poket meratapi dirinya yang tidak laku-laku karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Tok Dalang menghiburnya dengan bercerita tentang kisah masa lalunya sebagai jam kesayangan orang kaya yang akhirnya dibuang setelah mengalami kerusakan, lalu diperbaiki oleh Ah Tong. Lalu semua semua jam menglihkan pandangannya kepada Opah si Jam meja antik yang kelihatan agak redup karena daya baterainya yang sudah lemah.

Bagian 3

Pada keesokan harinya, toko jam dihebohkan dengan pulangnya Ehsan dalam keadaan rusak. Ah Tong mengeluh tidak dapat memperbaikinya lagi karena ada elemen yang hilang yang membuat semua jam bersedih, apalagi Upin berucap bahwa tidak mau hidup sebagai jam.

Namun, tiba-tiba anak yang membeli Ehsan datang ke toko dan mengembalikan elemen jam yang tertinggal. Tentunya hal ini membuat semua jam bergembira, sebab dengan adanya elemen tersebut makan Ehsan bisa diperbaiki kembali.

Setelah diperbaiki Ah Tong, Ehsan pun aktif kembali dan memuji-muji tuannya karena telah menjaga dan merawatnya dengan baik serta menyayanginya.

Lalu jam lonceng berbunyi, Kak Ros pun masuk dan mengejutkan adik-adiknya. Kemudian Kak Ros mengambil jam lonceng tersebut yang membuat Upin dan Ipin marah dan merebut kembali jam lonceng sehingga ia jatuh.

Sebelum berangkat ke sekolah, Upin dan Ipin membawa jam lonceng ke tempat servis jam miliki Ah Tong untuk diperbaiki. Disana mereka berdua melihat berbagai bentuk jam yang mengingatkan mereka kepada wajah kenalan-kenalan mereka.

Di Tadika, Cikgu Melati memuji Upin & Ipin yang menjaga jam dinding dengan baik. Ia juga berpesan pada Upin dan Ipin agar ‘masa itu emas’. Yang lebih menggembirakan lagi, Cikgu Melati memberikan pekerjaan rumah anak-anak untuk membuat berupa karangan dengan tema “Aku Sebuah Jam tangan”.