Penyebab Larangan Gesek Kartu ATM Di Mesin Kasir

Kini memang sedang marak menggesek kartu pada mesin kasir, baik kartu kredit maupun kartu debit atau kartu ATM.  Oleh karena itu, terciptalah sebuah ide kriminal dari beberapa pihak tidak bertanggung jawab yang berhasil melakukan penggesekan yang tidak seharusnya. Terlebih lagi jika menggunakan kartu ATM, sehingga keluar larangan gesek kartu ATM di mesin kasir.

Berdasarkan hal tersebut, banyak yang sudah melakukan pengamanan pada masalah yang ditimbulkan dari penggesekan kartu tadi. Beberapa penyebab dan alasannya diantaranya adalah:

1. Penggesekkan Ganda

Pertama yang sangat diketahui dan sangat dilarang dalam pembayaran non tunai ini adalah penggesekkan secara ganda. Baik untuk kartu ATM atau debit, maupun kartu kredit bukanlah suatu keharusan menggesekkan dua kali seperti itu.

Oleh karena itu, ini merupakan alasan pertama dan paling utama yang dijadikan larangan gesek kartu ATM di mesin kasir.  Sebenarnya kesalahan bukan terletak pada barang atau mesinnya, yang dikhawatirkan adalah orang yang melakukannya.

Maka untuk menghindari terjadinya hal tersebut, tidak disarankan untuk menggesek di mesin kasir bagi orang yang ingin melakukan pembayaran tadi.

2. Penyimpanan Data Nasabah

Alasan berikutnya juga dikhawatirkan akan terjadi penyimpanan data nasabah secara illegal. Pada dasarnya, sebuah tempat yang menggunakan perangkat kasir untuk melakukan perhitungan dan pembayaran memang membutuhkan data para nasabah tersebut untuk dijadikan bukti pembayarannya.

Namun, seharusnya hanya sebatas itu sehingga tidak membuat larangan gesek kartu ATM di mesin kasir seperti ini harus dilakukan. Tapi kadang ada yang berpikiran lain dan mencari keuntungan sendiri melalui kegiatan tersebut. Memang pembayaran yang paling aman adalah membayar secara tunai.

3. Penyalahgunaan Data Nasabah

Masih ada juga alasan lain yang masih ada kaitan dengan alasan sebelumnya, yaitu penyimpanan data nasabah secara illegal atau diam-diam. Menjadilkan hal tersebut menciptakan alasan baru, yaitu penyalahgunaan data nasabah tersebut.

Artinya, seseorang atau pihak yang mengatasnamakan bukti pembayaran untuk menyimpan data nasabah melalui pembayaran secara non tunai tadi tapi menggunakannya untuk kepentingan lain yang tidak seharusnya. Dimana penggunaan data tersebut dipakai untuk membuat sebuah kartu palsu dari nama nasabah tadi.

Hal seperti itu tidak dibenarkan, karena jelas melakukan tindakan seperti itu sudah dijatuhi pasal tindakan pidana dan bisa dikategorikan menipu orang lain dan membuat data palsu. Oleh karena itu, keluarlah larangan gesek kartu ATM di mesin kasir.

4. Ketidakpatuhan Pedagang

Pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas semua masalah tersebut adalah pihak pedagang yang paling berpotensi besar. Oleh karena itu, munculnya larangan seperti itu untuk mengantisipasi para pedagang tadi yang tidak patuh dan melakukan sesuatu yang memiliki unsur kriminal atau pidana apapun bentuknya.

Terkadang menahan para pedagang yang tidak bertanggung jawab agak lebih sulit dibandingkan melarang para nasabah melakukan penggesekan kartu. Meskipun tidak semua pedagang seperti itu.

Anda pasti akan merasa beruntung dengan adanya larangan gesek kartu ATM di mesin kasir ini, karena menyelamatkan Anda dari tindakan kejahatan ataupun kriminal. Dengan begitu, akan dijalankan saran yang diberlakukan untuk lebih menggunakan mesin EDC untuk pembayaran secara non tunai.

Selain itu, jika ingin menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang memiliki fitur untuk keamanan bagi para nasabah ini bisa mencari di imin.co.id. Dimana tempat tersebut sudah menyediakan segala macam teknologi terkini yang berhubungan dengan berbagai macam mesin untuk pembayaran online itu.

Tempat tersebut pun dapat dipercaya dan diandalkan dalam memberikan berbagai macam produk yang dibutuhkan.