Untuk menghemat pemanfaatan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah buat persiapan beragam opsi, diantaranya adalah program substitusi bersama sumber-sumber alam yang tersedia di di dalam negeri. Pelaksanaan substitusi ini bakal ditunaikan secara bertahap demi mewujudkan kedaulatan energi .

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif di Jakarta, usai memandang penyerahan Surat Keputusan (SK) Penugasan dan Kuota Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) 2020 kepada Badan Usaha Penerima Penugasan dan Gubernur semua Indonesia.

Menurut dia, pelaksanaan program substitusi pastinya memerlukan waktu. Namun demikian, hal ini perlu ditunaikan untuk menggapai Indonesia yang berdaulat energi dengan Hemat Bahan Bakar Minyak. Substitusi yang bakal dilakukan, seandainya di daerah-derah terpencil, untuk pembangkit listrik tidak kembali manfaatkan BBM, melainkan manfaatkan sumber energi setempat seperti tenaga matahari, angin dan mikro hidro.

Sementara perihal pendistribusian BBM tertentu dan BBM penugasan, Menteri ESDM menghendaki supaya dapat ditunaikan pengawasan bersama untuk meminimalisir penyimpangan-penyimpangan yang ditunaikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengawasan ini dapat ditunaikan oleh penduduk dan pemerintah daerah dan juga pemanfaatan teknologi. “Kita bakal menempatkan digitalisasi nozzle dan ini sedang dilakukan. Diharapkan tahun 2020 ini dapat selesai semua (SPBU),” ujar Arifin.

Menteri ESDM termasuk menegaskan, pendistribusian BBM bersubsidi dan BBM penugasan merupakan wujud kepedulian Pemerintah pada penduduk yang belum mampu, terlebih yang bertempat tinggal di daerah remote, terluar, terlebih di wilayah Indonesia Timur. Oleh karena itu, pengawasan pada pendistribusiannya perlu dilakukan. Penyimpangan lebih-lebih berjalan di depan mata. Menteri Arifin mengaku memandang sendiri terjadinya penyimpangan itu.

“Saya sendiri ikut memandang bagaimana praktek-praktek penyimpangan ini berjalan terlebih di daerah-daerah, bagaimana praktek-praktek pengisian itu ditunaikan di depan mata, di depan SPBU lantas mengopernya di seberang jalan dan lantas kembali kembali untuk isi di SPBU,” paparnya.

PT Pertamina menyongsong baik petunjuk Pemerintah ini. “Pertamina bersama penduduk dapat sama-sama mengawal BBM bersubsidi ini supaya lebih tepat sasaran. Pertamina termasuk berkomitmen pada 2020 untuk menerapkan digitalisasi SPBU, supaya semua transaksi di SPBU dapat termonitor bersama akurat,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Ia menambahkan, integrasi digitalisasi yang diterapkan oleh Pertamina sudah ditunaikan secara bertahap merasa berasal dari Terminal BBM hingga SPBU seperti pemasangan ATG (Automated Tank Gauge) di Terminal BBM (TBBM) dan di SPBU.

Untuk tahun 2020, Pertamina ditugaskan mendistribusikan BBM Bersubsidi style Solar sebesar 15,076 juta KL, BBM Bersubsidi style Minyak Tanah sebesar 560 ribu KL dan BBM Penugasan style Premium sebanyak 11 juta KL. BBM Bersubsidi bakal disalurkan kepada 5.726 instansi penyalur eksisting, 13 instansi penyalur yang sedang persiapan (on progress) dan 160 instansi penyalur BBM Satu Harga.

By Drajad