Kenali Sejak Dini 7 Gejala Kanker Ovarium

gejala kanker ovarium

Gejala kanker ovarium  kerap kali sulit untuk dikenali sejak dini. Ini karena tanda tanda awal muncul dengan samar, bahkan kadang hampir seperti tanpa gejala. Padahal, kanker ini merupakan ancaman pada peringkat ke tujuh dari semua jenis kanker. Berikut adalah sejumlah tanda kanker ovarium tahap awal  yang bisa menjadi panduan Anda.

Penjelasan awal

Berada di peringkat ke tujuh penyakit kanker yang paling banyak menyerang manusia. Dan menjadi salah satu mesin pembunuh untuk wanita. Penyakit kanker yang berkembang pada organ indung telur atau ovarium ini jelas tidak bisa dipandang sepele.

Penyakit ini tumbuh dengan sejumlah aspek pemicu, terutama aspek hormonal. Karena ovarium sendiri merupakan kelenjar yang memproduksi sejumlah hormon reproduksi bagi wanita. Selain tentu saja fungsi utamanya sebagai tempat produksi ovum atau sel telur.

Penyakit kanker satu ini juga biasanya berawal dari gangguan PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome. Dimana tubuh kelebihan hormon androgen hingga ovarium gagal memproduksi ovum dengan baik. Justru menghasilkan kista kista kecil yang berasal dari ovum yang gagal. Namun, selain kelebihan androgen, wanita dengan masalah kelebihan estrogen juga rentan mengalami kanker ini.

Gejala Kanker Ovarium Stadium Awal

Meski dikatakan memiliki tingkat kematian tinggi. Kanker ovarium pada dasarnya memiliki potensi kesembuhan relatif tinggi pada stadium awal. Tentu saja bila penderita dengan cepat mengenali gejala kanker ovarium yang muncul dan segera memeriksakan diri.

Itu sebabnya penting untuk wanita mengenali apa saja gejala dari penyakit kanker ovarium ini. Sebagaimana beberapa gejala yang dapat Anda lihat berikut ini.

Mengalami keputihan berketerusan

Keputihan sebenarnya hal alami pada wanita. Tetapi bila jumlahnya berlebihan memang bisa menjadi tanda bahaya. Keputihan berlebihan bisa sebagai alarm adanya unsur asing yang tidak diterima oleh tubuh di area reproduksi. Termasuk di antaranya keberadaan kanker. Sehingga ketika keputihan terjadi masif, berwarna terlalu kuning atau kecoklatan, terus menerus terjadi dan kadang beraroma tajam, bisa jadi ini merupakan gejala kanker ovarium.

Siklus haid muncul tidak teratur

Ovarium yang bekerja tidak normal akan mengganggu siklus haid. Karena telur dan sistem keseimbangan hormonal tidak berjalan dengan baik. Jadi bila siklus haid Anda menjadi datang dan pergi dengan jadwal yang kacau, sebaiknya segera periksakan diri.

Pembengkakan perut

Kanker biasanya membentuk massa sekaligus membentuk peradangan, sementara peradangan sendiri mungkin menyebabkan pembengkakan jaringan karena adanya abses di dalamnya. Kedua aspek ini menyebabkan ovarium membengkak dan pada kadang terlihat jelas dengan membengkaknya perut area bawah. Benjolan ini bisa teraba ketika perut ditekan.

Gangguan pencernaan

Karena ovarium membengkak, maka ovarium akan menekan ke organ  sekitarnya. Termasuk di antaranya pencernaan. Akibatnya pasien kerap merasakan efek begah, perut penuh dan mual. Kadang pasien juga mengeluhkan masalah sembelit.

Gangguan kencing

Karena alasan yang sama dengan gangguan pencernaan, pembengkakan juga bisa menekan area saluran kencing dan ginjal. Selain kadang menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan mungkin nyeri. Pasien biasanya mengeluhkan masalah anyang anyangan yang terus menerus terjadi.

Nyeri pada perut

gejala kanker ovarium yang juga lazim terjadi adalah rasa nyeri pada perut. Efek peradangan yang terbentuk karena kanker jelas akan menimbulkan rasa nyeri. Selain efek tekanan dari pembengkakan ovarium akan menimbulkan efek nyeri ke saraf- saraf di sekitar ovarium. Kadang rasa nyeri akan relatif ringan, kadang cukup kuat menjadi kram perut.

Masalah berat badan

Gangguan pencernaan, gangguan imunitas yang ditimbulkan menyebabkan pasien kerap merasa tidak fit. Juga menyebabkan pasien kehilangan selera makan. Akibatnya muncul gejala kanker ovarium lain seperti penurunan berat badan. Namun yang khas dari gejala kanker ovarium adalah meski tubuh tampak semakin kurus, perut pasien justru terlihat membesar, atau bahkan membuncit.