Menambah wawasan perihal pengelolaan air bersih yang tersedia di Kota Balikpapan, IEPF Indonesia beroleh peluang datang ke area pengelolaan air bersih yang tersedia di Waduk Manggar. Terletak di Kelurahan Karang Joang KM 12, Waduk Manggar ini digunakan sebagai penyuplai air baku oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih menggunakan Water Meter BR di lokasi Kota Balikpapan.

Selain untuk belajar, kunjungan ini merupakan tidak benar satu upaya IEPF Indonesia untuk tindak lanjut program penyebarluasan Pendidikan Lingkungan yang di dukung oleh JICA Jepang dan bekerjasama bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.

Didampingi oleh Pak Suryo yang biasa akrab disapa Kang Uyo dan Pak Maulid, kita mengitari Waduk Manggar yang luasnya sekitar 403.00 hektar bersama dengan daya tampung sebesar 16,3 juta mtr. per detik. Yuk simak penjelasan perihal proses pengelolaan air bersih di bawah ini:

IEPF: Bagaimana proses pengambilan air baku berasal dari Waduk Manggar agar mampu diolah menjadi air bersih?

Kang Uyo: Sebelum memasuki pengelolahan, air baku berasal dari waduk lebih-lebih dahulu diambil alih pakai intake. Alat ini berguna untuk mengambil air berasal dari waduk lalu disalurkan ke area pengolahan air pakai pipa-pipa. Air baku ini kemudian akan ditampung di clarifier sebagai area terjadinya koagulasi.

Di di dalam clarifier inilah air akan dibersihkan berasal dari kotoran-kotoran, kemudian kotoran akan dibuang lewat pipa saluran pembuangan. Dari sini air akan disalurkan ke instalasi pengelolaan air yang tersedia di Kota Balikpapan.

IEPF: Apa saja tahapan di dalam proses pengolahan air bersih?

Pak Maulid: Proses pengolahan air bersih sendiri lewat sebagian tahapan. Pertama, proses koagulasi di mana di dalam proses ini air akan dicampurkan bersama dengan bahan-bahan kimia agar kotoran di dalam air yang berupa lumpur atau bakteri mampu cepat menggumpal. Kemudian masuk ke langkah setelah itu yaitu flokulasi (proses pembentukan flok).

Lalu, air akan didiamkan sebagian selagi hingga gumpalan kotorannya benar-benar mengendap semua. Proses ini dinamakan sedimentasi. Tahapan berikutnya, air yang sudah dipisahkan berasal dari endapannya akan memasuki proses filtrasi (penyaringan). Tujuannya agar partikel kecil yang masih terbawa di dalam air mampu hilang dan membuahkan air yang benar-benar jernih. Terakhir, air yang sudah jernih akan diberi desinfektan untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit.

IEPF: Bahan kimia jenis apa saja yang biasa digunakan untuk proses pengolahan air bersih?

Pak Maulid: Proses pengolahan air bersih di PDAM ini kita pakai tiga jenis bahan, yaitu kapur, tawas, dan kaporit.

IEPF: Apa halangan yang kerap dihadapi di dalam proses distribusi air bersih di Kota Balikpapan?

Pak Maulid: Karena kontur tanah di Kota Balikpapan ini banyak perbukitan dan masih banyak hutan, tentu saja halangan yang kerap terjadi adalah terjadinya pipa bocor. Butuh proses perbaikan selagi kebutuhan air penduduk masih terus berjalan. Begitu termasuk pasokan listrik yang kadang waktu terjadi pemadaman agar mampu menganggu proses operasional.

IEPF: Apakah selama musim kemarau tiba, air di Waduk Manggar masih lumayan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan?

Kang Uyo: Sebenarnya musim di Balikpapan ada masalah diprediksi. Terkadang siang panas lalu malamnya mampu hujan. Curah hujan hingga saat ini masih tergolong stabil. Hanya saja pada th. 2014 lalu, sempat terjadi musim kemarau panjang 4 empat bulan tidak turun hujan. Pada selagi itu kita mengalami krisis ketersedian bahan baku air di Waduk Manggar.

Berdasarkan hasil diskusi di atas, mampu diambil alih analisis bahwa proses untuk beroleh air bersih layak pakai memerlukan selagi lumayan panjang. Nah, gara-gara air merupakan sumber kehidupan yang benar-benar perlu untuk kehidupan sehari-hari. Mari pakai air sesuai bersama dengan kebutuhan. Salam kawan dekat IEPF.

By toha