Wed. Nov 25th, 2020

Dengan perkembangan teknologi, printer semakin baik. Kebutuhan manusia akan printer yang berbeda-beda menjadikan hadirnya beberapa jenis printer yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing manusia. Berikut beberapa jenis printer yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

Printer Daisy Wheel

Printer ini merupakan printer yang prosesnya menggunakan roda yang berisi karakter huruf. Bisa dibilang cara kerjanya hampir sama dengan mesin ketik. Mengapa printer ini disebut daisy karena setiap karakter roda terletak pada selongsong plastik yang terletak di tengah-tengah roda sehingga tampak seperti bunga aster atau cakram.

Roda kemudian akan berputar dan berhenti di roda karakter yang Anda inginkan. Cara kerja printer ini sangat lambat bahkan jika dibandingkan dengan mesin tik elektrik printer ini masih lebih lambat. Itu karena metode pencetakan ini mencetak huruf demi huruf.

Pada tahun 1969, David S. Lee adalah orang pertama yang menemukan printer roda daisy. Sebelum printer laser populer, mereka dikenal karena kuantitas pencetakannya. Gambar dan grafik yang dihasilkan oleh daisy wheel memiliki kualitas tinggi sehingga banyak yang tertarik.

Printer ini sempat digemari banyak orang pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Pada tahun 1972, Diablo Systems, perusahaan yang menampung David S. Lee diakuisisi oleh Xerox yang menyebabkan penggunaan Daisy Wheel untuk meningkatkan perangkat yang diproduksi oleh IBM.

Setelah itu roda Daisy menjadi mesin pencetak paling terkenal di industri karena menggunakan Diablo 630 yang menarik perhatian perusahaan.

Walaupun cara kerja printer ini lambat namun kualitas cetaknya bagus sehingga sering disebut sebagai Letter Quality Printer. Namun kekurangan dari printer ini adalah bekerja sangat lambat dan hanya dapat mencetak huruf dan angka. Selain itu, printer ini mencetak 40 hingga 100 karakter per detik. Karenanya printer ini juga sering disebut dengan cetakan karakter.

Printer Dot Matrix

Printer dot matrix merupakan printer yang sering kita jumpai di kasir sebuah toko atau restoran. Kemampuannya mencetak lebih dari satu media kertas sekaligus menjadikannya sebagai printer struk.

Jika printer lain menggunakan tinta sebagai penyedia warna, berbeda dengan dot matrix yang warnanya berasal dari pita. Ini menyebabkan keluaran warna dari pencetak ini hanya menjadi hitam, biru, dan merah.

Dot matrix pertama kali diperkenalkan pada tahun 1970 oleh Digital Equiptment Corporation. Saat itu printer dot matrix LA30 memiliki kemampuan mencetak 30 karakter per detik. Namun sayangnya printer ini sangat bising saat digunakan. Hingga 1979, Epson merilis MX-80 yang mendapatkan popularitas karena kesederhanaannya.

Printer dot matrix memiliki keunggulan menggunakan pita printer yang jauh lebih murah daripada tinta untuk printer lain. Selain itu, jenisnya juga sangat bervariasi dari yang tidak berwarna hingga yang berwarna. Printer ini dapat mencetak berbagai ukuran kertas dan lebar.

Namun resolusi cetak printer ini masih rendah dan kurang bagus untuk mencetak gambar. Suara yang dihasilkan printer ini saat mencetak juga sangat keras sehingga menimbulkan suara berisik plus gerakan lambat, menjadikan printer ini hanya cocok untuk mencetak struk.

Printer inkjet

Printer inkjet merupakan printer yang mudah ditemukan saat ini. Printer ini menggunakan tinta dan didorong ke bidang kertas. Cara kerja printer ini yaitu dengan mengikuti garis atau grafik seperti yang diinstruksikan oleh komputer atau driver untuk menggunakan print head yang berisi pipa kecil kemudian disemprotkan ke kertas.

Karena tinta yang terciprat, hasil cetakan printer Inkjet memiliki kualitas yang baik jika dibandingkan dengan dot max. Printer ini memiliki resolusi hingga 5760 × 1440 dpi. Tinta mengering dalam beberapa detik. Printer ini dapat mencetak di atas kertas dan media plastik.

Teman-teman juga bisa baca selengkapnya mengenai printer drivers & epson driver pada tautan tersebut, semoga bermanfaat yaa.